Berita Pariwisata

PKS Pengembangan Desa Wisata Kaltim Ditandatangani, 122 Desa Wisata Didorong Semakin Berkembang dan Berdaya Saing

21 August 2026 Administrator
PKS Pengembangan Desa Wisata Kaltim Ditandatangani, 122 Desa Wisata Didorong Semakin Berkembang dan Berdaya Saing

SAMARINDA, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat komitmen dalam memajukan sektor pariwisata berbasis masyarakat melalui pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. Hal tersebut diwujudkan dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengembangan Desa Wisata dan Penyerahan Penghargaan Pemenang Lomba Desa Wisata Tahun 2026 yang berlangsung dalam rangkaian Kaltim Expo 2026 di Big Mall Samarinda, Kamis (20/8/2026).  

Gubernur Kalimantan Timur dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur Dr. A. M. Fitra Firnanda, S.T., M.M mengatakan bahwa Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Desa Wisata pada hari ini memiliki arti penting. 

“Kerja sama ini menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, pelaku pariwisata, serta masyarakat”, Ujar Firnanda.

Selain itu, Asisten I juga menekankan bahwa pengembangan pariwisata Kaltim tidak lagi sekadar mengejar angka kunjungan, melainkan difokuskan untuk membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, melestarikan budaya, serta menjaga kelestarian alam. Desa diposisikan sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi daerah agar pemerataan pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan.

"Kita ingin pariwisata bukan hanya menjadi tontonan, tetapi menjadi sumber penghidupan dan kekuatan ekonomi masyarakat desa. Pembangunan ekonomi harus merata, potensi desa harus naik kelas, dan generasi muda harus yakin bahwa masa depan dapat dibangun dari kampung halamannya sendiri", tegas Firnanda.

Kami juga berharap kerja sama hari ini tidak berhenti pada seremoni, namun harus ada program yang berjalan, ada pendampingan, ada peningkatan kapasitas masyarakat, ada promosi, ada penguatan produk wisata, dan yang paling penting ada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, H. Muhammad Faisal, S. Sos, M.Si Mengapresiasi seluruh peserta desa wisata yang telah berpartisipasi dan berhasil meraih penghargaan. Penghargaan yang diterima hari ini jangan hanya menjadi kebanggaan, tetapi jadikan sebagai motivasi untuk terus berinovasi.

Faisal menyebutkan, saat ini terdapat 122 Desa Wisata dari total 841 desa yang ada di Kalimantan Timur. Meski jumlah tersebut masih dapat terus dikembangkan, ia berharap kondisi fiskal yang dihadapi saat ini tidak mengurangi semangat seluruh pihak untuk memajukan sektor pariwisata.

“Jumlah 122 desa wisata ini memang masih jauh dari keseluruhan 841 desa yang ada di Kaltim. Namun, kami berharap kondisi fiskal saat ini tidak menyurutkan semangat kita. Justru dengan keterbatasan yang ada, kolaborasi dan kreativitas harus semakin diperkuat agar potensi desa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, penghargaan Lomba Desa Wisata kategori Juara Utama diberikan kepada tiga desa, yakni Juara 1 Desa Wisata Klempang Sari, Kabupaten Paser; Juara 2 Desa Wisata Bangun Rejo, Kabupaten Kutai Kartanegara; dan Juara 3 Desa Wisata Tanjung Isuy, Kabupaten Kutai Barat.

Selain kategori Juara Utama, penghargaan juga diberikan dalam sejumlah kategori khusus desa wisata, yaitu:

  • Kategori Pemberdayaan Masyarakat: Desa Sangkuliman, Kabupaten Kutai Kartanegara.
  • Kategori Ekowisata Bahari: Kampung Teluk Harapan, Kabupaten Berau.
  • Kategori Agrowisata: Desa Bhuana Sari Bumi Rapak, Kabupaten Kutai Timur.
  • Kategori Pedalaman dan Adat: Kampung Lutan, Kabupaten Mahakam Ulu.
  • Kategori Budaya: Desa Wisata Pampang, Kota Samarinda.
  • Kategori Kreatif: Desa Wisata Satimpo Indah, Kota Bontang.
  • Kategori Konservasi Mangrove: Kampung Wisata Hendrawisata Pesona Mangrove, Kota Balikpapan.

Momentum ini ditutup dengan semangat Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 menuju Kalimantan Timur yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.