Skip to main content
News

Disparprov Kaltim Fasilitasi Pelaku Ekraf

By Juni 17, 2022No Comments

Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur melalui bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomoi Kreatif seksi Pengembangan SDM Usaha Pariwisata memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif untuk mengikuti pelatihan di Balai Besar Kerajinan dan Batik, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelaku ekraf yang difasilitasi adalah 10 orang, terdiri dari 5 orang pelaku ekraf dari Kota Samarinda, dan 5 orang pelaku ekraf dari Kota Balikpapan (8/6/22).

Maksud dari kegiatan fasilitasi ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi pelaku ekraf mengikuti pelatihan. Selain itu membuka wawasan dan meng-eksplore pengetahuan bagi para pelaku ekraf agar karya-karya yang mereka ciptakan dapat lebih berkembang dan berinovasi dengan bahan baku yang ada di Kalimantan Timur.

Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik, Dra Hendra Yetty M.Si menyambut rombongan dengan antusias dan ramah tamah. Yetty mengharapkan bahwa kegiatan pelatihan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan dan Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dispar Kaltim dapat mengirimkan peserta pelatihan pelaku ekraf agar dapat mengikuti pelatihan dari Balai Besar Kerajinan dan Batik.
“Saya berharap lebih banyak peserta dari Kalimantan Timur yang dapat mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik”
Plt Kadispar Kaltim sekaligus ketua rombongan, H.M Irvan Rivai dalam sambutannya pun mengharapkan bahwa dengan mengikuti pelatihan ini, para pelaku ekraf dapat memberikan kontribusi positif bagi Pemprov Kaltim dalam rangka menyongsong IKN (Ibu Kota Negara) yang akan datang.

“Dengan mengikuti pelatihan yang diadakan, saya mengharapkan bahwa peserta sekaligus pelaku ekraf yang mengikuti pelatihan singkat ini dapat memperoleh wawasan baru dan juga memberikan kontribusi positif bagi peran pemerintah dalam rangka menyongsong IKN yang akan datang”
Pada kesempatan tersebut, peserta mengikuti pelatihan membuat kerajinan berbahan dasar rotan, daun pisang, dan enceng gondok. Setelah itu, peserta juga mengikuti pelatihan membuat batik dengan menggunakan pewarna berbahan dasar alam.