Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan, Tim Supervisi Dispar Kaltim Sambangi 10 Hotel & Rumah Makan Di Kukar

Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan, Tim Supervisi Dispar Kaltim Sambangi 10 Hotel & Rumah Makan Di Kukar

Kutai Kartanegara, Sejak dicanangkannya Fase New Normal atau Tatanan Kebiasaan Baru oleh Pemerintah pada juni lalu serta disahkannya Protokol kesehatan dalam usaha pariwisata sebagaimana diatur dalam KMK Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Sejalan dengan hal tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mengelar Supervisi Penerapan Protokol Kesehatan dengan meninjau Hotel dan Rumah Makan yang berada di Tenggarong-Kutai Kartanegara yang digelar 12-13 November 2020.

Melalui Bidang Pengendalian Usaha Jasa Pariwisata (PUJP) yang diwakili oleh Kepala Seksi Usaha Jasa Aji Enny Riyani mengatakan bahwa kali ini Tim Supervisi Protokol Kesehatan Dispar meninjau 10 Hotel dan Rumah Makan yang berada di Tenggarong – Kutai Kartanegara.

“Tim Supervisi Protokol Kesehatan Dispar meninjau 10 Hotel dan Rumah Makan yang berada di Tenggarong – Kutai Kartanegara yang terdiri dari Hotel Elty Singgasana, Hotel Grand Fatma, Hotel Grand Yudha, Hotel Lizha, Hotel Karya Tapin II, Rumah Makan Ayam Panggang Banjar, Rumah Makan Handayani, Rumah Makan Tepian Pandan, Rumah Makan Etam Fried Chicken, dan Rumah Makan Martabak Kare H. Baen Loa Tebu ”, Ujar Aji Enny Riyani

"Supervisi ini dilakukan dengan melihat lebih lanjut implementasi dari protokol kesehatan covid-19 yang canangkan pemerintah sejak diberlakukannya New Normal atau Tatanan Kebiasaan Baru oleh Presiden Jokowi pada tanggal 1 Juni 2020 lalu", tambah Enny.

Ditempat berbeda, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Dra. Sri Wahyuni, MPP, menambahkan bahwa dengan adanya kebijakan dibukanya kembali usaha pariwisata dan ekonomi kreatif secara bertahap, diharapkan dapat menggerakkan kembali usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Kalimantan Timur.

“Ya, dengan adanya kebijakan dibukanya kembali usaha pariwisata dan ekonomi kreatif secara bertahap, diharapkan dapat menggerakkan kembali usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Kalimantan Timur namun tetap dengan menggunakan standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan karena protokol kesehatan ini sangat penting diikuti, karena pariwisata adalah bisnis yang sangat bergantung pada kepercayaan wisatawan domestik maupun internasional”, tutur Sri Wahyuni.

Selain melihat secara langsung penerapan protokol kesehatan, Tim Supervisi Dispar Provinsi Kaltim juga memberikan kuisioner kepada para pengelola hotel dan rumah makan yang wajib diisi sebagai Standar Operasional Prosedur (SOP) Protokol kesehatan dalam usaha pariwisata.

 

 

Komentar