BETTER LIVING IN MALAHING

BETTER LIVING IN MALAHING

Bontang, Diapit oleh dua perusahaan besar yakni PT. Pupuk Kalimantan Timur dan PT. LNG Badak, Kota Bontang kini lebih dikenal sebaga Kota Industri yang berada di Kalimatan Timur. Namun siapa sangka bahwa Kota Bontang memiliki berbagai objek wisata yang keren untuk dikunjungi. Antara lain : Pulau Beras Basah, Pulau Segajah, Pulau Gusung, Hutan Mangrove, Taman Nasional Kutai, Perkampungan Laut Bontang Kuala, Kampung Selangan, Kampung Tihik-tihik, Kampung Melahing, Kampung Selambai, Perkampungan Guntung, Makam Toraja, Kawasan Berbas Pantai, Hutan Kota, Taman Cibodas, dan masih banyak juga lainnya.

Namun kali ini Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur melalui Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata dikomandoi oleh Kepala Bidang R. Baihaqi akan menjelajahi salah satu perkampungan di atas laut yang ada di Kota Bontang yaitu Kampung Malahing. Yuk simak keseruan apa saja yang dapat ditemui dari Kampung Malahing.

ASAL USUL MALAHING
Untuk menuju Pulau Malahing sahabat #pariwisatakaltim dapat menggunakan perahu ketinting dengan menempuh perjalanan ± 10 menit (jika air pasang) dari Dermaga Bontang Kuala. Cukup dengan merogoh kocek Rp. 25.000,- (sekali perjalanan) sahabat sudah sampai ke Kampung Malahing.

Tampak dari kejauhan Senyum ramah penduduk dan Sarli selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menyambut Kedatangan TIM Promosi Pariwisata (Propar) Dispar Provinsi Kaltim di dermaga.
Belum lagi menapakkan kaki di dermaga, kami sudah mencium aroma khas rumput laut kering yang merupakan hasil produksi mayoritas masyarakat Kampung Malahing yang merupakan binaan dari PT. Pupuk Kaltim.

Sesaat kemudian Tim Propar Dispar diarahkan menuju kediaman Ketua RT 30 Bapak Masir Laka’da Kelurahan Tanjung Laut Indah untuk memaparkan maksud tujuan dari kunjungan kali ini.

Tim Propar kemudian berjalan-jalan menyusuri kayu ulin diatas laut ditemani oleh Sarli sosok pria muda bertubuh mungil dan berkulit eksotis.

Sarli berkisah bahwa kampung Malahing bermula pada akhir 1990-an. Berawal dari semangat mencari nafkah, hingga akhirnya mereka menemukan tempat yang mereka rasakan mudah mencari nafkah sesuai dengan keahlian mereka yaitu Kini yang disebut Kampung Malahing.

Malahing dalam bahasa Mamuju artinya Pulang Pergi. Dulu awalnya masyarakat Mamuju Sulawesi Barat sebagai nelayan bekerja sampai daerah Pesisir Kota Bontang. Selama kurang lebih sebulan mencari ikan di Pesisir Kota Bontang, Pak Nasir beserta tiga kerabatnya kemudian kembali lagi ke Mamuju, kemudian berangkat lagi menuju daerah pesisir Kota Bontang untuk mencari ikan dan selama pencarian ikan mereka menumpang dipondok orang lain.

Berbekal kayu bakau yang banyak tumbuh di pesisir Kota Bontang, mereka pun memutuskan membuat pondok di tengah laut setelah cukup lama menumpang dipondok orang lain. Hingga lama kelamaan di sekeliling pondok tumbuh rumah-rumah lain yang dihuni oleh kerabat atau rekan dari Bapak Nasir Laka’da yang berasal dari Mamuju. Rumah yang awalnya dari pohon bakau sedikit demi sedikit berganti menjadi pohon ulin (Eusideroxylon zwageri), kayu yang tumbuh di belantara Timur Borneo.

Kini Kampung Malahing dihuni 52 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk 221 orang dengan aktivitas mayoritas sebagai petani rumput laut dan teripang. Suku mayoritas dari masyarakkat Malahing berasal dari Provinis Sulawesi Barat tepatnya Kabupaten Mamuju.

FASILITAS YANG TERSEDIA DI KAMPUNG MALAHING
Better living in Malahing merupakan tagline yang digunakan masyarakat Kampung Malahing untuk membranding diri, hingga kini jelas terlihat perbedaan wajah Kampung Malahing setelah adanya binaan dan sentuhan dari CSR PT. Pupuk Kaltim yang bersinergi dengan pemerintah. Berbagai sarana dan prasarana turut dilengkapi guna mempercantik Kampung Malahing hingga menarik minat para wisatawan yang berkunjung.

Memasuki Kampung Malahing Sahabat #pariwisatakaltim disambut Gerbang ulin yang berdiri kokoh yang bertuliskan MALAHING, kemudian sesampainya diatas dermaga berbagai papan infromasi disajikan untuk mempermudah kunjungan. Mengingat Kunjungan Tim Propar Dispar disaat pandemi, kalian akan menemukan papan informasi mengenai penanggulanangan Virus Covid-19 beserta wadah untuk mencuci tangan.

Berjalan sekitar 10 meter dari gerbang sahabat akan disambut dengan pepohonan hijau dan jembatan yang telah dirias sedemikian rupa menggunakan cat warna warni dengan berbagai ornamen limbah botol air minum yang telah didaur ulang.

Sahabat juga tak perlu khawatir jika berkunjung ke Kampung Malahing karena terdapat beberapa tiolet umum yang telah disediakan, Masjid, Balai perteman umum, dan berbagai spot foto menarik yang tentunya instagramble.

Walaupun Kampung Melahing berada diatas permukaan air dan ditengah laut, namun tidak menyurutkan penduduk untuk mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) YPPI (Yayasan Pembinaan Pendidikan Islam) walau hanya sampai kelas 5.

Menariknya lagi, jika sahabat #pariwisatakaltim ingin menikmati keindahan Kampung Malahing lebih lama, sekarang telah hadir cottage dan Homestay yang tentunya menyesuaikan kebutuhan dan buget sahabat. Di sudut lain, ada rumah listrik tenaga matahari berkekuatan 15 KW senilai Rp 3,2 Milyar dan sudah mencukupi kebutuhan listrik di kampung Malahing, jadi sahabat tidak perlu takut jika kehabisan batrai saat berkunjung
Seiring dengan naiknya wisatawan yang berkunjungan ke Kampung Malahing, para masyarakat Kampung Malahing berusaha menangkap peluang tersebut dengan mendidirikan beberapa rumah makan yang tentu saja memiliki kelebihan dibanding dengan rumah makan lainnya yaitu langsung memilih ikan dari tambak pemilik dan langsung diolah sehingga rasa ikan yang tersaji sangat segar.

Bantuan berupa bangunan Workshop dari CSR PT. PKT sangat berperan besar untuk memajang hasil-hasil produksi binaan dari Kampung Malahing seperti: amplang, berbagai olahan rumput laut, teripang, ikan asin, masker, hingga Batik tulis dan Cap khas Malahing.

TIPS BERKUNJUNG
Sangat disarankan untuk datang pada waktu pagi atau sore hari karena Anda akan disuguhkan dengan pemandangan sunrise yang mempesona selain itu pasang surut air sangat mempengaruhi lama perjalanan sahabat. Di kampung ini sahabat juga bisa menyaksikan kapal kapal penduduk yang lalu lalang, aktifitas para nelayan, petani rumputlaut, sunset, sunrise dan pemandangan anak anak yang bermain air di sore hari.

Jika sahabat sedang beruntung, sahabat dapat menyaksikan kawanan burung bangau cantik yang sedang beristirahat yang berada tepat dibelakang ujung Kampung Malahing. Dan segerombolan ubur-ubur yang tengah berenang di permukaan laut Malahing

Karena wisata Kampung Malahing berada di tengah laut, ada baiknya sahabat turut menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Lakukan dukungan terhadap warga yang selalu merawat daerah tempat tinggalnya menjadi tempat yang bersih dan kawasan hijau.

Matahari mulai bergerak di bawah garis cakrawala sebelah barat, nampak jelas Hamburan Rayleigh di langit memaksa kami untuk beranjak meninggalkan Kampung indah di tengah laut tersebut.

Tak lupa kami berpamitan kepada masyarakat yang telah membantu peliputan kami hari ini . Tak terasa perahu ketinting kami perlahan melaju menjauhi dermaga hingga pintu gerbang tak tampak lagi.

Sahabat #pariwisatakaltim bisa menjadikan wisata Kampung Malahing sebagai list kunjungan saat berkunjung ke Kota Bontang atau sekedar tempat untuk menenangkan fikiran setelah penat bekerja. Better Living In Malahing.

Komentar