Visit Kaltim Fest (VKF) 2021 Seri Pertama Borneo Fashion Bration (BFB) : Wastra Kalimantan Timur (2)

Visit Kaltim Fest (VKF) 2021 Seri Pertama Borneo Fashion Bration (BFB) : Wastra Kalimantan Timur (2)

Sabtu (16/1) Gubernur Kaltim secara resmi membuka Virtual Event Visit Kaltim Fest (VKF) 2021 di Kota Samarinda.

Sesuai dengan temanya, VKF 2021 seri pertama ini secara khusus mengangkat subsektor fasyen berbasis wastra atau di inspirasi dari wastra Kaltim dan Nusantara.

Delapan (8) Kabupaten/ Kota turut unjuk gigi dalam pagelaran VKF 2021 yang menampilkan wastra yang tak kalah saing dengan wastra nusantara lainnya, bahkan penggiat fesyen New York Fashion Week sangat antusias dengan Wastra Kaltim dan berharap dapat turut serta dalam ajang tersebut.

 

1. Wastra Kota Bontang 

Bermula dari segala sesuatu layak untuk diabadikan, bukan hanya diabadikan dalam ingatan, apalagi hanya sebuah mimpi namun juga dalam sebuah karya.
Melalui goresan kami berbicara tentang sudut sudut yang tidak akan ditemukan dibelahan dunia manapun, sudut yang menyimpan misteri yang memaksamu untuk pergi.
Flora dan fauna unik yang membaur bersama manusia tanpa takut untuk kehilangan rumahnya.
Melalui goresan kami berbagi kepada mereka akan bingkai indah alam khatulistiwa, Inilah persembahan kami kepada alam, sebuah ingatan diatas kain (Batik Beras Basah).
Lokasi Pengambilan Gambar : Pulau Beras Basah

 

2. Wastra Kabupaten Kutai Kartanegara 

Batik Melayu kutai diperkenalkan 2014, untuk proses pemilihan motif pertama kali disesuai dengan kearifan lokal di yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara, kemudian memasuki proses mendesain sesuai dengan motif yang di ambil setelah itu adalah proses menggambar atau mencetak untuk cap dan proses pembuatan batik itu sendiri.
Kali ini Imam Pranawa menampilkan empat macam batik pada Visit Kaltim Fest Seri I Borneo Fashio Bration antara lain : Motif Sirih Raja, Motif Buah Jelayan, Motif Jajak Keminting.
Lokasi pengambilan gambar : Waduk Panji Sukarame.
Berikutnya seorang pemilik usaha tenun Ulap Doyo Pokan Takak Imam Rojiki Bercerita bahwa Kerajinan Ulap Doyo merupakan warisan nenek moyang kita (Dayak Benuaq) yang diwarisi secara turun temurun. Dengan proses awal adalah Pemetian atau Pemilihan Daun Doyo yang akan dijadikan serat, proses yg kedua adalah Proses Rorot/Merorot (Pengeluaran Benang), Proses ketiga adalah Penjemuran Serat Benang, proses keempat adalah Pemintalan Serat Doyo, Proses Kelima adalah Pewarnaan Benang Doyo, dan proses yang terakhir adalah Penenunan Kain (Ngikat)
Adapun motif yang ditampilkan adalah :

1. Motif limar atau perahu yang melambangkan kerja sama dalam usaha. Perahu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Dayak Benuaq merupakan alat transportasi yang di sungai dan di danau. bisanya digunakna oleh para petani
2. Motif timang atau harimau melambangkan keperkasaan seorang pria yang dahulu kala hanya dipakai oleh seorang raja.
Lokasi Pengambilan Gambar : Workshop Pokan Takak

 

3. Wastra Kabupaten Berau

Batik Berau menggambarkan unsur-unsur kekayaan potensi wilayah berau, selain itu batik berau juga menggambarkan Hutan Kalimantan Timur yang kaya akan hasil alamnya, sedangkan warna biru yang mendominasi warna pada batik biru menggambarkan pesona birunya laut Pulau di Kabupaten Berau.
Jika seorang wanita yang menggunakan kain batik berau semakin menambah keanggunan dan kecantikannya.
Lokasi pengambilan gambar : Museum Gunung Tabur dan Pulau Kakaban.

 

4. Wastra Kabupaten Penajam Paser Utara 

Batik yang berasal dari Kabupaten Penajam Paser Utara yang bercorak Rusa Diskusi menggambarkan interaksi komunikasi atau diskusi yang memiliki kekuatan nan elegan serta mampu mengatasi masalah yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman baik dan benar dimana rusa mengambarkan sosok yang elegan yang mampu mengatasi berbagai masalah dengan kemurnian hatinya.
Selain itu Busana Pengantin Adat Paser yang merupakan Busana Pokok Aji. Pada busana pria penyusun lebih besar menggali busana yang pernah dipake oleh Sultan dan Bangsawab tempo dulu. Karena dahulu mereka merupakan contoh dan suritauladan yang ada di Paser Bumi kalimantan Timur.
Busana "Pokok Aji" diambil dari Kosakata "Pokok"yang artinya Utama dan terhormat serta "Aji" yang artinya Raja atau Bangsawan.
Lokasi Pengambilan gambar : Objek wisata Penangkaran Rusa, Mangrove dan Pantai Tanjung Jumlai.

 

5. Wastra Kota Balikpapan 

Terkenal dengan Kota Industri Balikpapan hadir melalui berbagai macam Wastra yang tentu tidak kalah menarik dan dinamis salah satunya adalah Batik Vi yang mempelopori corak batik Balikpapan yang terinspirasi dari Varietas Etlingera Balikpapanensis. Tumbuhan sejenis jahe ini ditemukan ahli botani asal Denmark di Hutan Lindung Sungai Wain.
Selain Batik Vi Pagelaran Fesyen juga dimeriahkan oleh Javabor bu Tyasdani, Studio Jahit by Ivana, Jetshink by Jangkung putra , Griya Harus Busana by Heni, I Litaone by Marlita, Adeva by Ayi, Ristiara by Risa, Batik Kuntuk Perak bu Ading Assegaf, Rp by Rita, Moeye Collectin by Mellisa, Arnesta Batik by Rones, Novismarha by Novita, Brivanda by Yudha, Kinanti Couture by S. A. A dan D'she by Deasy.
Lokasi Pengambilan gambar : Borneo Bay City

 

6. Wastra Kota Samarinda 

Sarung Samarinda atau Tajong Samarinda adalah jenis kain tenunan tradisional yang bisa didapatkan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sarung ini ditenun dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang disebut Gedokan. Produk yang dihasilkan untuk satu buah sarung memakan waktu 15 hari. Ciri khas Sarung Samarinda adalah bahan bakunya yang menggunakan sutera yang khusus didatangkan dari Cina. Sebelum ditenun, bahan baku sutera masih harus menjalani beberapa proses agar kuat saat dipintal.
Sehelai sarung yang dihasilkan pengrajin biasanya memiliki lebar 80 centimeter dan panjang 2 meter. Dengan ukuran sarung sebesar itu pasti ada jahitan sambungan di bagian tengahnya yang dibuat dengan menggunakan tangan. Sarung asli tidak pernah disambung dengan menggunakan mesin jahit. Inilah salah satu cara untuk membedakan kain yang asli dari yang palsu atau buatan mesin pabrik.
selain Tajong Samarinda, Samarinda juga berkesempatan untuk menampilkan keelokan batik tulis berpadu dengan bordir yanh merupakan berpaduan tiga unsur Kebudayaan Kaltim yaitu, Pedalam, Pesisir dan Keraton yang desain oleh Fanti Nurvita (Hesandra).
Lokasi pengambilan gambar : Mahakam lampion Garden

 

7. Wastra Kabupaten Kutai Timur

Kutai Timur terkenal akan Batik dengan Corak Tanaman Paku dan Wakaroros. Batik Paku adalah motif akar paku yang merupakan filosofi motif paku yaitu paku memiliki lekukan pada ujung daun paku yang mudah sehingga lekukan itu membentuk lingkaran yang artinya perputaran hidup manusia terkadang diatas dan terkadang dibawah, terkadang sedih terkadang senang.
Wakaroros yang menjadi identitas Kabupaten Kutai Timur dengan motif khas pedalaman Kutai Timur yaitu Dayak Basap.
Jika ditelisik Wakar yang berarti akar, dan roros yang berarti menjuntai, oleh sebab itu wakaroros memiliki arti akar yang menjuntai kebawah yang saling berkaitan yang melambangkan keanekaragaman masyarakat Kutai Timur yang saling bersatu dalam membangun daerah Kutai Timur.
Lokasi pengambilan gambar : Objek Wisata Bukit Pelangi dan Pantai Aquatic Tanjung Bara

 

8. Wastra Kabupaten Paser 

Tak hanya terkenal dengan Kesenian Tarinya, Paser juga memiliki Batik Tunjung Langit yang digagas oleh Suliono,yang mengusung motif berciri khas budaya Paser.
Beberapa motif terinspirasi dari binatang di Paser, ada juga yang berdasarkan tumbuhan dan ada juga yang terobsesi dari motif kerajaan Paser.
Lokasi pengambilan gambar : Museum Sadurengas

Komentar