UMKM Bangkitkan Ekonomi Kreatif Dengan Pemasaran Digital

UMKM Bangkitkan Ekonomi Kreatif Dengan Pemasaran Digital

Jika ditelisik ke belakang, saat Indonesia mengalami krisis ekonomi pada tahun 1997/1998 terbukti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penyelamat karena ikut menopang perekonomian nasional.

Kini ditengah pandemi yang belum bisa diramalkan kapan akan berakhir, UMKM harus didorong untuk kembali menjadi pendongkrak  perekonomian nasional. Ketika hampir semua sektor ekonomi lesu, UMKM bisa bergerak lebih luwes dalam perputaran uang dengan penguasaan pasar domestik.

Pembatasan gerak dan interaksi karena pandemi Covid-19 tidak harus menjadi penghalang sebab saat ini pemasaran produk bisa dilakukan secara digital sementara pengirimannya melalui jasa kurir. Demikian ditegaskan oleh Lukman, Kepala Bidang Pengembangan Karya Seni Budaya, Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim yang mewakili Sri Wahyuni, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim saat membuka Pelatihan Digital Marketing Pelaku Ekonomi Kreatif, Selasa, 24 November 2020 di Hotel Ibis Samarinda.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Awang Khalik, ketua panitia menjelaskan bahwa pelatihan ini mengundang sebanyak 20 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur.

“Setiap kabupaten/kota jumlahnya tidak sama. Namun diharapkan yang diundang ini nantinya akan membagikan ilmu yang diperoleh disini kepada rekan-rekannya di daerah,” himbau Awang.’

Kini setiap pelaku usaha pasti mempunyai gadget (smartphone), namun tidak semuanya tahu bagaimana memanfaatkannya untuk melakukan pemasaran digital.

Bagaimana melakukan pemasaran digital akan menjadi bahasan dalam pelatihan yang dilaksanakan dari tanggal 24 hingga 27 November 2020 ini.

“Dalam pelatihan ini kita akan mendengarkan penyampaian, berdiskusi dan berlatih dengan narasumber yang merupakan praktisi dan juga pelaku usaha, lewat tatap muka dan dalam jaringan,” terang Lukman.

Meski demikian Lukman menambahkan bahwa pemasaran digital adalah alat atau sarana yang bisa memperluas atau melebarkan jangkauan pemasaran. Namun kesuksesan pemasaran tetap bertumpu pada produk.

“Tetap kreatif dan produktif adalah kunci sehingga mampu menghasilkan produk yang baik dan unik, produk yang berkarakter sehingga nanti bisa viral dan kemudian laku jika dipasarkan secara digital,” tandas Lukman.

Kata kunci kreatif inilah yang menjadi dasar untuk memilih peserta pelatihan pemasaran digital ini. Latar belakang peserta yang diundang adalah yang mempunyai usaha atau produk ekonomi kreatif yang berbasis pada seni kriya, kuliner dan seni pertunjukan.

“Kriya, kuliner dan seni pertunjukan kedepan diharapkan akan menjadi sektor usaha ekonomi kreatif unggulan di Provinsi Kalimantan Timur,” lanjut Lukman.

Suasana santai dan penuh kekeluargaan dalam pembukaan pelatihan diawali dengan penampilan musik akustik dari Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman.

Kemudian diperkuat oleh Lukman, Kepala Bidang Pengembangan Karya Seni Budaya Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim yang mengatakan kepada para peserta agar pelatihan ini digunakan sebagai jeda atau istirahat dari rutinitas harian.

“Ilmu atau pengetahuan yang didapatkan dari pelatihan nanti memang penting, namun yang terpenting beberapa hari disini akan menjadi kesempatan bagi teman-teman untuk mengenal satu sama lain,” ujarnya.

Harapannya pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kaltim ini bisa menghasilkan jejaring antar pelaku usaha kreatif di Kalimantan Timur.

“Ekonomi masa kini adalah ekonomi berbagi, ekonomi kolaborasi. Semoga pelatihan ini menjadi fondasi awal bagi kita untuk membangun kerjasama memajukan ekonomi kreatif sebagai penyangga ketahanan ekonomi Kalimantan Timur hari ini dan seterusnya,” pungkas Lukman yang kemudian memukul rebana sebagai tanda pelatihan telah resmi dibuka.

Komentar