Rakor Pokdarwis Digelar 3 Hari Menaati Protokol Covid 19

Rakor Pokdarwis Digelar 3 Hari Menaati Protokol Covid 19

Kaltim memiliki potensi  wisata yang luar biasa namun belum bisa maksimal dikembangkan, karena pariwisata terkait dukungan dari sektor lain.

Hal ini diungkapkan Gubernur Kaltim Isran Noor didampingi Kepala Bappeda Kaltim H. M. Aswin saat membuka Rapat Kordinasi (Rakor) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis ) se-Kaltim yang digelar di Hotel Grand Sawit 30 Agustus sampai 1 September 2020

"Kalau infrastruktur tak bagus, meski destinasi sangat indah maka pariwisata akan  berkembang lambat. Prakteknya kekurangan biaya program wisata terkait sektor lainnya, kemudian komunikasi, pihak swasta, tak bisa kerja sendiri harus didukung pihak lain.

Kaltim kekurangan biaya, infrastruktur pincang dengan di pulau Jawa. Di Jawa bangunan infrastruktur pembangunannya lebih dari 50 persen dari pembangunan infratruktur di luar jawa. Padahal potensi ini kan banyak, negara kita ini kan banyak wilayah kepulauannya tak hanya pulau jawa, "ujar Isran Noor, Minggu (30/8/2020) .

Meski demikian, Isran Noor berharap peserta Pokdarwis dari berbagai wilayah di Kaltim bisa sekalian menimba ilmu karena mendatangkan pembicara lokal dari dosen Kampus Polnes, Exotic Kaltim, dan pelaku pariwisata serta juara desa wisata Jogja dilaksanakan dialog secara virtual .

"Ingat Kebersihan harus dimulai dari masing masing dan  lingkungan sekitar kita. Sebab apabila lingungan bersih kemajuan masyarakat bisa terwujud  setiap wilayah  di Kalimantan Timur.

Kelebihan dari Kalimantan Timur, yakni Sumber Daya Alam ( SDA) berliompah tak terhitung  lagi jumlahnya mulai  minyak, kayu, batubara disumbangkan pada bangsa dan negara.

Bersyukur peserta bisa  hadir ikut Rakor Pokdarwis, keadaan Kaltim bisa jadi  inspirasi bagi saudara saudara yang ikut rakor, gali ide simak baik baik, wawasan kita jangan terlalu bermain jejaring Whatsapp ( WA) aja," harapnya.

Sementara Kadispar Kaltim, Sri Wahyuni, yang menghadiri Rakor Pokdarwis dihadiri 40 peserta,Senin (31/8/2020) mengayakan, Rakor bisa sebagai wadah evaluasi sekaligus pembinaan juga pembekalan dalam mewujudkan desa wisata di masa adaptasi kebiasaan baru pandemi covid 19.

"Rakor Pokdarwis merupakan pertama kalinya diselenggarakan dan di tengah masa adaptasi kebiasaan baru sehingga tetap  mengikuti prosedur covid 19.

Tujuannya  sebagai wadah evaluasi pembinaan, pembekalan kesamaan ide dan pemikiran serta langkah langkah. Rakor bertujuan menggali permasalahan melalui diskusi mencari solusi permasalahan demi perwujudan desa wisata."ujarnya.

Dalam Rakor mengangkat kondisi dan permasalahan dan rekomendasi untuk pemerintah provinsi, baik Kabupaten dan kota.

"Hasil diskusi kelompok akan disampaikan dalam diskusi panel, setiap hasil diskusi kelompok akan menyampaikan pemaparan dan ada kelompok yang menanggapi dan hasilnya ajkhirdalam bentuk rekomendasi yang akan disampaikan pada malam pendutupan.

Rakor ini kegiatan produksif bersdasarkan Pokdarwis dari Kabupaten Kota se-Kaltim yang memiliki pengalaman mengembangkan Desa Wisata kemudian menyampaikan  dalam bentuk rekomendasi," jelasnya.

Sri Wahyuni juga berharap Rakor, bisa terbentuk forum pokdarwis.

"Kebijakan pengelolaan pokdarwis pada masa adaptasi baru pandemi Covid 19, kordinasi Pokdarwis Kaltim melibatkan lintas Sektor.

Nantinya Dispar Kaltim semakin intensif menyelenggarakan kegiatan diantaranya diskusi wiisata bahari, pemberdayaan masyakat desa kordinasi dengan  bagian kementrian desa tertinggal, termasuk pengenalan ekowisata bagian Kementerian Lingkungan Hidup.

Diharapkan dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait berkolaborasi mewujudkan pariwisata, kemudian  program unggulan, misi ekonomi kerakyatan sesuai visi misi Berani Untuk Kaltim Berdaulat,"ungkapnya.



Dikutip dari : https://kaltim.tribunnews.com/2020/08/31/rakor-pokdarwis-se-kaltim-gubernur-minta-peserta-gali-ide-kembangkan-wisata-di-kaltim?page=all
Penulis: Nevrianto
Editor: Samir Paturusi

Komentar