GO WISATA JUANG SANGA - SANGA : TMP Wadah Batuah (3)

GO WISATA JUANG SANGA - SANGA : TMP Wadah Batuah (3)

Sanga-Sanga memiliki cukup banyak monumen bersejarah yang memikat untuk lokasi wisata juang. Salah satunya, sebut saja, Taman Makam Pahlawan Wadah Batuah. Setiap tanggal 27 Januari, dalam rangka mengenang peristiwa Merah Putih, biasanya diadakan ragam kegiatan menarik. Berawal dari acara menapak tilas, upacara peringatan perjuangan Merah Putih, sampai ziarah ke TMP Wadah Batuah.

Berbicara tentang perjuangan Merah Putih, peristiwa tersebut meletus 73 tahun silam, tepatnya pada tanggal 27 Januari 1947. Para pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Badan Pembela Republik Indonesia (BPRI) bahu-membahu bersama masyarakat setempat mempertahankan Sanga-Sanga dari gempuran Belanda yang ingin menguasai Sanga-Sanga beserta kekayaan yang ada di dalamnya.

Dampaknya, ada banyak korban jiwa berguguran. Para pejuang kemerdekaan yang gugur pada waktu itu dikebumikan di salah satu bukit di Sanga-Sanga, yang kemudian diresmikan sebagai Taman Makam Pahlawan Wadah Batuah pada 17 Agustus 1949.

“Total ada 74 pejuang yang dimakamkan di TMP Wadah Batuah,” terang Suparli, kawan dari Komunitas Peduli dan Pemerhati Sejarah Sanga-Sanga (KOMPAS). Lebih lanjut, ujarnya, “Ada yang meninggal sendiri setelah kemerdekaan, ada pula yang dieksekusi mati oleh penjajah.”

Ali, sapaan akrab Suparli, menyebutkan, salah satu pejuang sekaligus juga seorang pemuka agama yang dimakamkan di TMP Wadah Batuah adalah Habib Abdul Muthalib. “Di hutan ada semacam bungker. Beliau dieksekusi mati di sana.”

Selain Habib Abdul Muthalib, ada pula Budiyoyo/ Budiono. Budiyoyo awalnya tergabung dalam Badan Penolong Perantau Indonesia, yang selanjutnya berubah menjadi barisan pejuang yang tergabung dalam BPRI. Pun, diceritakan, Budiyoyo adalah seorang kapten perang yang dieksekusi mati di Louise. Akibat dari kekejaman para penjajah, Budiyoyo meninggalkan istri dan anak—yang baru berusia beberapa minggu.

Tidak kalah tragis, dikisahkan pula, pejuang kemerdekaan bernama Sucipto ditembak mati dan ditusuk bayonet setelah penjajah Belanda mengetahui bahwa Sucipto menyimpan dokumen cap jempol darah daftar pendukung Soekarno. Gugurnya Sucipto menjadi titik balik perlawanan termasuk perobekan bendera Belanda, menyisakan warna merah dan putih. (jny/disparkaltim)

Koleksi KOMPAS Merah Putih dan alm. H. Soengkono

dikutip dari https://awsimages.detik.net.id/content/2012/04/26/1025/img_20120426193210_4f99404a6b045.jpg(Dok. DETIK)

dikutip dari https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/99/Taman_Makam_Pahlawan_Wadah_Batuah.jpg(Dok. WIKIMEDIA)

Gubernur Kaltim melaksanakan ziarah dalam rangkaian Peringatan Peristiwa Merah Putih 27 Januari Sangasanga (Dok. KORANKALTIM)

 

Komentar