Gerakan Pakai Masker Awali Pembukaan Aktivitas Pariwisata Berau Kaltim

Gerakan Pakai Masker Awali Pembukaan Aktivitas Pariwisata Berau Kaltim

Gerakan Pakai Masker (GPM) sebagai bagian dari protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran COVID-19 menjadi langkah awal bagi
dibukanya kembali aktivitas pariwisata di Berau, Kalimantan Timur.

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo di Berau, Rabu, mengatakan, GPM disinergikan dengan gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman),
menandai aktivasi kembali destinasi wisata di wilayahnya usai vakum akibat pandemi COVID-19.

“Kami optimistis, pariwisata Berau secara menyeluruh akan bangkit. COVID-19 juga akan terus terkendali, apalagi protokol kesehatan
dijalankan sangat ketat di sini,” ungkap Agus.

Dua gerakan tersebut diluncurkan secara resmi mulai 25 Agustus 2020 di Labuan Cermin, Biduk-Biduk, Berau, Kalimantan Timur.

GPM diharapkan dapat membantu mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki kesadaran tinggi dalam memakai masker secara benar
sebagai kebiasaan dan perilaku sehari-hari.

“Gerakan kampanye publik ini mengubah perilaku masyarakat untuk memakai masker. Salah satu tolok ukur keberhasilannya adalah adanya
perubahan perilaku masyarakat yang merasa malu jika keluar rumah tanpa pakai masker,” katanya.

Pihaknya berharap dapat mengedukasi masyarakat untuk memakai masker dengan cara yang benar.

Sebab terbukti dengan pemakaian masker yang benar, maka akan menurunkan risiko tertular dan menularkan COVID-19 hingga 75 persen.

“Karena itulah GPM berkomitmen mengedukasi masyarakat untuk memakai masker dengan cara yang benar,” katanya.

GPM diinisiasi sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, jurnalis senior, tokoh perempuan dan para profesional di antaranya Sigit Pramono,
K.H. Mustofa Bisri, Goenawan Mohamad, Adi Harsono, Agus Martowardojo, Peter Gontha, Ustaz Yusuf Mansur, Romo Mudji Sutrisno, dan
lainnya.

Gerakan Pakai Masker dipilih menjadi salah satu program karena memakai masker adalah sebuah upaya minimal yang harus dilakukan
masyarakat untuk mencegah penularan virus COVID-19.

Agus menambahkan GPM juga diinisiasi oleh masyarakat yang peduli terhadap destinasi wisatanya.

“GPM adalah murni sebuah gerakan dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat yang terkena dampak krisis akibat pandemi
COVID-19. Gerakan ini terbuka untuk siapapun dengan latar belakang apapun, independen, dan tidak berafiliasi dengan pihak manapun,"
lanjut Agus.

“Kami berupaya terus memperkuat posisi tawar destinasi wisata. Trauma akibat COVID-19 harus segera dipulihkan, meski kita tetap
menjalankan protokol kesehatan secara ketat,” katanya.


Dikutip dari : https://www.antaranews.com/berita/1690138/gerakan-pakai-masker-awali-pembukaan-aktivitas-pariwisata-berau-kaltim

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT ANTARA 2020

Komentar