Gelar Bimtek Jurnalistik, Dispar Kaltim Antisipasi Disinformasi Daya Tarik Wisata

Gelar Bimtek Jurnalistik, Dispar Kaltim Antisipasi Disinformasi Daya Tarik Wisata

 

Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Jurnalistik Pariwisata dengan tema Pengenalan Daya Tarik Wisata (DTW) bagi Jurnalis Untuk Meningkatkan Wawasan dalam Penulisan Berita Pariwisata Kaltim, Kamis (3/12/2020).

Bimtek ini dilangsungkan di salah satu tempat wisata di Samarinda, yaitu Taman Salma Shofa, Jalan Mugirejo, Desa Lubuk Lawa, Samarinda.

Dua orang narasumber hadir dalam kegiatan ini. Sri Wahyuni, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, dan Syafruddin Pernyata. Keduanya, hadir membawakan dua materi berbeda terkait pengenalan daya tarik wisata unggulan dan motivator dalam menulis berita wisata.

Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menerangkan bahwa bimtek ini bertujuan agar meminimalisir kesalahan pemberitaan yang termuat di beberapa media di Kaltim.

“Supaya penyampaiannya ke masyarakat benar, karena beberapa kali kami membaca berita yang bahasanya kurang sesuai, takutnya masyarakat salah mengartikan,” jelasnya.

Dimasa pandemi dengan sejumlah aturan yang diterbitkan pemerintah untuk menghambat lanju peningkatan kasus Covid-19, para pelaku industri wisata di Kaltim harus mencari alternatif pendapatan lain.

“Dari awal pandemi teman-teman wisata udah cari alternatif, ada yang jadi ojek online juga, selain itu juga ada bantuan dari Pemerintah,” ucapnya.

Untuk menggenjot ekonomi kreatif, di masa kenormalan baru Dispar Kaltim dikatakan Sri Wahyuni sudah melakukan pemulihan industri pariwisata dengan lebih dulu melakukan survey terhadap persepsi wisatawan dan persepsi pelaku industri wisata.

“Dari hasil survey, dilakukan workshop dan mendapat kajian bahwa pelaku industri pariwisata ini perlu penguatan, dukungan dan motivasi,” jelasnya.

Dengan itu, Dispar Kaltim membut sebanyak tujuh paket pelatihan online untuk pelaku industri pariwisata. Ada untuk hotel, restoran, atraksi wisata, guide, desa wisata dan lain sebagainya.

“Tujuh pelatihan ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga bagaimana bangkit dari masa krisis dan juga bagaimana membuat pasar baru pada masa pemulihan,” tambahnya.

Selain itu ada juga pelatihan virtual bagi pemandu wisata, bagaimana menghasilkan video yang bagus. Juga ada pelatihan digital marketing bagi para pelaku UMKM, kemudian ada virtual event.

“Harapannya jangan terhenti karena pandemi, kami buat pelatihan ini bisa membuat event virtual mendatang,” tutupnya.

Dijelaskannya, saat ini Kaltim lebih fokus menargetkan kunjungan wisata dari segi kualitas di banding kuantitas, baik kualitas pelayanan maupun kualitas dari pengunjung sendiri.

Sementara itu, Syafruddin Pernyata berharap agenda yang sama rutin diadakan, dengan tujuan agar para jurnalis di Kaltim bisa memiliki relasi dengan pelaku industri wisata.

“Mungkin bisa diadakan secara rutin ya, diadakan di tempat-tempat wisata sekalian dikenalkan,” pungkasnya.

Dikutip dari : https://presisi.co/read/2020/12/03/1979/gelar-bimtek-jurnalistik-dispar-kaltim-antisipasi-disinformasi-daya-tarik-wisata https://presisi.co/read/2020/12/03/1986/hadapi-pandemi-dispar-kaltim-rangkul-para-pelaku-industri-wisata-dengan-beragam-pelatihan

Komentar