Bincang Pariwisata Bersama Awak Media, Sri Wahyuni : Dorong Wisata Domestik

Bincang Pariwisata Bersama Awak Media, Sri Wahyuni : Dorong Wisata Domestik

Samarinda, Setahun pandemi covid-19 melanda tanah air, seluruh sektor mengalami dampak tekanan yang luar biasa tak terkecuali sektor pariwisata. Untuk itu, berbagai langkah pun dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) salah satunya adalah dengan Program CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety & Enviromental Sustainability).

Sejalan dengan hal tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kaltim  melalui Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata menggaet para mitra yang berkecimpung dalam dunia pemberitaan (wartawan) untuk berbincang bincang terkait pariwisata dengan mengangkat tema Melalui CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety &Enviromental Sustainability) Kita Wujudkan Berwisata Aman di Masa Pandemi Covid-19, Rabu (7/4) bertempat di Rumah Ulin Arya Samarinda.

Bincang-bincang pariwisata bersama mitra media menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata Provimnsi Kalimantan Timur Dra. Sri Wahyuni, MPP dan Plt. Ketua DPD IHGMA Kaltim Budi Marjono sebagai narasumber.

Sri Wahyuni dalam opening Statementnya mengatakan, bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim dalam hal ini Dinas Pariwisata terkait dengan kemajuan pariwisata dalam masa pandemi dengan mempelajari kejadian tahun lalu dimana ketika pandemi memasuki wilayah kaltim kegiatan berwisata seketika terhenti, kemudian pertengahan hingga mendekati akhir tahun setelah mereaktivasi wisata domestik perlahan kembali aktif terbukti dengan angka kunjungan yang tercatat selama tahun 2020 terdapat 2,8 juta kunjungan wisatawan nusantara  dan  19 ribu kunjungan wisatawan mancanegara yang diperoleh dari hasil rekap data Kabupaten Kota.

“Oleh sebab itu, dimasa pandemi wisata domestik menjadi kata kunci yang mana kita perlu merespons bagaimana upaya untuk menjadikan wisata domestik primadona  bagi masyarakat kaltim”, ujar Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni juga menyebutkan, jika melihat sisi pemasaran Dispar Kaltim hingga tahun ini tidak pernah berhenti berpromosi meski di masa pandemi. Kami berupaya untuk mengikuti pameran virtual yang merupakan kali kedua dan pada tahun ini kami lakukan bersama 10 Kabupaten serta Dispar juga memproduksi video promsi pariwisata yang berbasis CHSE untuk meyakinkan para masyarakat bahwa berwisata dikaltim itu aman.

Sementara itu, Budi warjono, memaparkan bahwa peran dari IHGMA dalam penerapan CHSE di industri perhotelan di kaltim karena perhotelan merupakan salah satu faktor dari unsur pariwisata yang kebetulan berpartisipasi dalam bidang akomodasinya.

“CHSE bagi kami merupakan alat yang digunakan untuk meyakinkan dan meningkatkan kepercayaan konsumen/masyarakat/ sektor pariwisata dan upaya memastikan usaha pariwisata telah memiliki, menerapkan, memelihara dan meningkatkan prosedur Protokol Kesehatan di usaha pariwisata”, Ujar Budi.

Jika melihat data dikaltim dari unsur pariwisata yang telah tersertifikasi sebanyak 116 yang yang terdiri dari 51 hotel, 50 Rumah Makan, 9 Daya Tarik Wisata, Golf 1, Usaha Jasa Transportasi 2, MICE 1,  Tempat Penjualan Cinderamata 2, Arum Jeram 0, Selam 0 dan Pondok Wisata 0, dari 5739 data nasional yang telah tersetifikasi berdasarkan website yang artinya Kaltim memiliki 2,1 % dalam proses sertifikasi CHSE.

Menurut Budi, Kita harus benar-benar memanfaatkan wisatawan domestik karena wisatawan domestik merupakan penyumbang dari okupasi hotel selama pandemi dan harapan kami dari pemerintah agar terus bersinergi dengan industri dengan memanfaatkan CHSE.

Para narasumber dan para wartawan saling tanya jawab. Kegiatan itu berlangsung santai, mencair dan serius.

Tak lupa juga Combo General Manager Hotel Mercure dan Ibis Samarinda tersebut memberikan doorprize kepada para peserta bincang-bincang berupa voucher menginap di Hotel Mercure dan Ibis Samarinda jika berhasil menjawab pertanyaan dari para narasumber.

Menutup acara bincang-bincang pariwisata, para peserta, panitia dan narasumber diajak untuk berkeliling area yang menjadi primadona di Rumah Ulin Arya yaitu : Mini Farm dan Botanical Garden, labirin, Playground, Rumah ulin , Perpustakaan, dan Kuda.

Komentar