SEKSI PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA

Seksi Pengembangan Wisata Budaya mempunyai tugas penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan kebijakan perintisan pembangunan, penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria serta pelaksanaan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang wisata kuliner daerah dan spa, wisata sejarah dan religi, wisata tradisi dan seni budaya dan wisata pedesaan maupun perkotaan.

 

Seksi Pengembangan Wisata Budaya menyelenggarakan fungsi :

1. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang wisata kuliner daerah dan spa, wisata sejarah dan religi, wisata tradisi dan seni budaya dan wisata pedesaan maupun perkotaan.

2. Penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang wisata kuliner daerah dan spa, wisata sejarah dan religi, wisata tradisi dan seni budaya dan wisata pedesaan maupun perkotaan.

3. Koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang wisata kuliner daerah dan spa, wisata sejarah dan religi, wisata tradisi dan seni budaya dan wisata pedesaan maupun perkotaan.

4. Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengembangan wisata budaya.

5. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan wisata budaya.

 

Uraian tugas Seksi Pengembangan Wisata Budaya yaitu:

1. Menyiapkan bahan penyusunan rencana pengembangan wisata budaya berdasarkan peraturan yang berlaku sebagai bahan acuan.

2. Menyiapkan bahan penyusunan pelaksanaan kegiatan berdasarkan program agar kegiatan dapat terlaksana tepat waktu.

3. Mendistribusikan tugas kepada pegawai sesuai dengan jabatannya agar semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.

4. Mengawasi dan mengendalikan kegiatan pengembangan wisata budaya berdasarkan peraturan untuk optimalisasi tugas.

5. Melakukan pengumpulan dan menyiapkan bahan pembinaan kegiatan pengembangan wisata budaya

6. Pengembangan, pengelolaan wisata kuliner daerah dan spa, wisata sejarah dan religi, wisata tradisi dan seni budaya, wisata pedesaan dan perkotaan

7. Inisiatif pembentukan pedesaan dan perkotaan kota kreatif.

8. Melakukan pembinaan dan penilaian pegawai sesuai peraturan dengan cara memberikan pengarahan sesuai peraturan dan pedoman yang ada dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai.

9. Menyiapkan bahan laporan hasil monitoring realisasi kegiatan pengembangan wisata budaya sebagai bahan evaluasi kegiatan selanjutnya.

10. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pengembangan wisata budaya untuk mengetahui tingkat pencapaian kegiatan, permasalahan yang dihadapi serta upaya pemecahan.

11. Melaksanakan tugas lainnya sesuai dengan bidang tugasnya dan melaporkannya kepada atasan.